Artikel

Kemegahan Bandara King Abdul Aziz yang Baru
08 Oct
Kemegahan Bandara King Abdul Aziz yang Baru

Bandar Udara Internasional King Abdulaziz yang baru (The new King Abdulaziz International Airport/KAIA), Jeddah, Arab Saudi memang benar-benar bersolek. Bandara tersebut telah menjadi salah satu yang tersibuk di Kawasan Timur Tengah dan Teluk, baik untuk lalu lintas domestik maupun internasional. Lalu lintas penumpang di bandara ini terbesar di Arab Saudi, atau mencapai 35,8 juta penumpang di 2018.

 

Bandara King Abdulaziz menjadi gerbang utama bagi jemaah haji dan umroh yang ingin masuk ke kota suci Makkah. Seperti dilansir Saudi Gazette (15/10/2019), bandara baru King Abdulaziz, Terminal 1, digadang-gadang bisa mencapai target Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) setempat untuk meraih pertumbuhan sektor penerbangan di kawasan. Bandara ini menargetkan semakin memperbaiki fleksibilitas operasionalnya sepanjang tahun dan memberikan pengalaman unik bagi penumpang.

 

Bandara ini dilengkapi kompleks Terminal Haji dan Umroh di area seluas 230.000 meter persegi. Kompleks ini termasuk area check in, penanganan bagasi, kesehatan, transportasi publik dan lainnya.

Di dalam bandara ini terdapat empat terminal penumpang, di antaranya Terminal 1 yang mampu menampung 30 juta penumpang per tahun. Selain itu, terminal selatan, utara, dan Kompleks Terminal Haji dan Umroh. GACA menargetkan Bandara Baru King Abdulaziz akan menghubungkan Timur dan Barat. Total area Terminal 1 mencapai 810.000 meter persegi, yang memungkinkan semua operator maskapai beroperasi di bawah satu atap.

 

Komplek terminal ini memiliki 220 kounter check in dan 80 kounter penumpang swalayan. Komplek bandara ini juga diisi ruang investasi komersial di atas lahan 27.987 meter persegi. Ada hotel tiga lantai bagi penumpang transit internasional yang baru tiba yang berisi 120 kamar, ditambah beragam kemegahan lainnya. Bandara baru ini juga memiliki 46 gerbang penerbangan domestik dan internasional, yang mampu menampung pesawat besar seperti A380. Bandara ini juga memiliki menara kontrol, yang merupakan salah satu tertinggi di dunia yang dilengkapi teknologi navigasi terkini. 

 

Untuk kompleks Terminal Haji dan Umroh didesain unik dalam bentuk tenda (lima tenda A-B-J-D-H) dilapisi fiberglass bercampur teflon. Pada setiap tenda berisi 15 kubah dengan luas 465.000 meter persegi. Hal itu membuatnya jadi bandara terbesar keempat di dunia dan terdiri dari dua lokasi terpisah yang dipisahkan jalan selebar 160 meter. Landasan pacu juga dirancang untuk melayani 10 pesawat besar, serta disiapkan landasan pacu lainnya jika jumlah jemaah haji dan umroh semakin meningkat di masa mendatang.